Berikut ini saya kutip sebuah kisah yang sarat akan hikmah dari e-book yang saya dapatkan dari seorang teman, tapi sayangnya keterangan sourcenya ga ada.
Mangga, selamat merenungi setiap kata2nya. Bagi saya yang sering berbuat dosa, ini menjadi suatu cambukan diri agar selalu berupaya untuk bertaubat
Ibrahim
bin Adham bercerita bahwa ia pernah didatangi seorang laki-laki yang berkata
kepadanya:
"Wahai Abu Ishak (Ibrahim bin Adham)!
Saya seorang yang banyak berdosa, seorang yang dzalim.Sudikah kiranya Tuan
mengajari saya hidup zuhud, agar Alloh menerangi jalan hidup saya dan
melembutkan hati saya yang kesat ini."
Ibrahim bin Adham menjawab, "Kalau kau
dapat memegang teguh enam perkara berikut ini, niscaya engkau akan
selamat."
"Apa itu?" Tanyanya.
"Pertama, bila engkau bermaksiat,
janganlah engkau memakan rizki Alloh."
"Jika di seluruh penjuru bumi ini,
baik di barat maupun di timur, didarat maupun di laut, di kebun dan di
gunung-gunung, ada rizki Alloh, maka dari mana aku makan?"
"Wahai Saudaraku, pantaskah engkau
memakan rizki Alloh, sementara engkau melanggar peraturan-Nya?"
Tidak, demi Alloh! Lalu, apa yang
kedua?"
Kedua, bila engkau bermaksiat kepada Alloh,
janganlah engkau tinggal di negeri-Nya!"
Lelaki itu menukas, "Tuan Ibrahim,
demi Alloh yang kedua ini lebih berat.bukankah bumi ini milik-Nya?Kalau
demikian halnya, dimana aku harus tinggal?"
"Patutkah engkau makan rizki Alloh dan
tinggal di bumi-Nya padahal engkau melakukan maksiat kepada-Nya?"
"Tidak, Tuan Guru!"
"Ketiga, jika engkau hendak berbuat
maksiat, janganlah engkau lupakan Alloh yang Maha Melihat dan beranggapanlah
bahwa Dia lalai kepadamu!"
"Tuan Guru, bagaimana mungkin bisa
begitu, padahal Alloh Maha Mengetahui segala rahasia dan melihat setiap hati
nurani."
"Layakkah engkau menikmati rizki-Nya,
tinggal di bumi-Nya dan maksiat kepada-Nya sedangkan Alloh melihat dan
mengawasimu?"
"Tentu saja tidak, wahai Tuan
Guru. Lantas apa yang keempat?"
"Apabila datang kepadamu malaikat
maut, hendak mencabut nyawamu, maka katakan kepada malaikat itu, tunggulah
dulu, aku akan bertobat."Lelaki itu menjawab, "Tuan Guru, itu tidak
mungkin.dan ia tak mungkin mengabulkan permintaanku." "Ibrahim
bertutur,
Bagaimana sahabat, kisahnya bagus bukan ? lebih bagus lagi kalau kita bisa mengaplikasikan itu, semoga saja.. aamiin.
Ingatlah bahwasanya Allah akan membuka lebar-lebar pintu ampunan-Nya bagi hamba2nya yang bertaubat. sebagaimana dalam hadits juga :
Dan dari Anas bin Malik radhiallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shalallohu ‚alaihi wa sallam bersabda: “Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Wahai anak adam, sesungguhnya jika engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak akan memperdulikannya lagi. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu memenuhi seluruh langit, kemudian engkau memohon ampun padaku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menjumpaiku dalam keadaan tidak berbuat syirik dengan apapun niscaya aku akan datang kepadamu dengan pengampunan sepenuh bumi pula. (HR Tirmidzi, beliau berkata: “hadits ini hasan”)
Dan dari Anas bin Malik radhiallohu ‘anhu beliau berkata: Rosululloh shalallohu ‚alaihi wa sallam bersabda: “Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Wahai anak adam, sesungguhnya jika engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak akan memperdulikannya lagi. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu memenuhi seluruh langit, kemudian engkau memohon ampun padaku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menjumpaiku dalam keadaan tidak berbuat syirik dengan apapun niscaya aku akan datang kepadamu dengan pengampunan sepenuh bumi pula. (HR Tirmidzi, beliau berkata: “hadits ini hasan”)
0 comments:
Posting Komentar